Kawanan hijau menerjang kacau
Setan jalanan mulai meracau
Apalah bedanya dengan engkau
Yang menghadang bersenjata kalau
Amarah terpendam sedingin salju
Awan beriringan memanggang kalbu
Mentari hilang terserak membatu
Terpekik oleh desingan peluru
Diktator itu tengah meringkuk
Dari setan jalan dan telur busuk
Berhenti disana, maju terkutuk
Berlindung di balik gubug yang remuk
Sang diktator turun dengan arogan
Menebar makian kemerdekaan
Semua berangsur tertelan pelan
Oleh sorakan gerombolan setan


0 komentar:
Posting Komentar