Pages

Selasa, 01 Juni 2010

Abrasi Diktatorial

 

Kawanan hijau menerjang kacau

Setan jalanan mulai meracau

Apalah bedanya dengan engkau

Yang menghadang bersenjata kalau

 

Amarah terpendam sedingin salju

Awan beriringan memanggang kalbu

Mentari hilang terserak membatu

Terpekik oleh desingan peluru

 

Diktator itu tengah meringkuk

Dari setan jalan dan telur busuk

Berhenti disana, maju terkutuk

Berlindung di balik gubug yang remuk

 

Sang diktator turun dengan arogan

Menebar makian kemerdekaan

Semua berangsur tertelan pelan

Oleh sorakan gerombolan setan

0 komentar:

Posting Komentar