Pages

Selasa, 01 Juni 2010

Kami Menanti

 

Saat harusnya cahaya timur bangkit

Saat semestinya burung-burung berkicau

Saat secercah waktu menghangatkan telinga

Berharap angin semilir merentang damai

Tapi, hanya kabut yang menghujam kandas

Kami jengah akan sepi

Kami sekarat terdesak sepi

 

Masih tertangkap walaupun lirih

Jerit tangis rerumputan kering

Terbenam dalam sampah-sampah berlalat

Yang mengangkasa namun busuk

Beringin tua tersenyum penuh omong kosong

Pada semut-semut disela-sela akarnya

Dikuburnya mereka dengan guguran daun

 

Kami bergeming dalam tanya

Apakah mereka semua telah mati?

Mereka terdiam seribu bahasa

Hanya ada rintihan dan bualan dalam diri

Yang ditelan keputus asaan

Kami terduduk bersama mereka

Menunggu curahan hujan yang hangat

0 komentar:

Posting Komentar