Saat harusnya cahaya timur bangkit
Saat semestinya burung-burung berkicau
Saat secercah waktu menghangatkan telinga
Berharap angin semilir merentang damai
Tapi, hanya kabut yang menghujam kandas
Kami jengah akan sepi
Kami sekarat terdesak sepi
Masih tertangkap walaupun lirih
Jerit tangis rerumputan kering
Terbenam dalam sampah-sampah berlalat
Yang mengangkasa namun busuk
Beringin tua tersenyum penuh omong kosong
Pada semut-semut disela-sela akarnya
Dikuburnya mereka dengan guguran daun
Kami bergeming dalam tanya
Apakah mereka semua telah mati?
Mereka terdiam seribu bahasa
Hanya ada rintihan dan bualan dalam diri
Yang ditelan keputus asaan
Kami terduduk bersama mereka
Menunggu curahan hujan yang hangat


0 komentar:
Posting Komentar