Dalam hiruk-pikuk keramaian,
Adapun dia di jalan depan,
Kebingungan terlihat dalam tatapan,
Untuk menahan segala ratapan.
Lalu lalang manusia dihadapannya,
Anak itu tiada bertanya,
Geraman mesin membisingkan semuanya,
Inilah waktu di hadapannya.
Enggan tampaknya roda bergerak,
Rasa hatinya ingin berteriak serak,
Orang di sekitar pergi pada senja berarak,
Runtuhkan semangatnya hingga terserak.
Begitu lama dirinya menanti,
Guna mendapat ketentraman hati,
Tetapi setelah datang yang dirinya nanti,
Zaman seakan telah berganti.


0 komentar:
Posting Komentar