Mereka semua terhanyut tenang
Sungai hitam dari buritan
Menderu dengan segenap jiwa
Memutar roda-roda gigi
Yang rusak termakan karat
Mereka sering meratapi semua
Dalam tatapan kosong berkabut
Tentang aliran, tentang kibasan
Hidup mereka memang begini
Jauh dari emas, dekat dengan racun
Mereka sebenarnya tahu
Mereka mengais rezeki
Untuk hunian, untuk makanan
Orang-orang tak berpikiran mencela
Bahwa mereka petaka air
Mereka hanya tak acuh
Dan terus mengais di bawah air
Keluarga, harus diganjal perutnya


0 komentar:
Posting Komentar